IPv6 di Indonesia

Indonesia Kurang Manfaatkan Alamat IP
Achmad Rouzni Noor II – detikinet

Jakarta – Seiring tumbuhnya pelanggan internet di Indonesia, seharusnya kebutuhan akan alamat IP (internet protocol) sampai 2012 nanti juga ikut meningkat hingga 80 juta alamat.

Namun pada kenyataannya, menurut Dirjen Postel Depkominfo, Basuki Yusuf Iskandar, penyerapan dan pemanfaatan alokasi alamat IP tersebut di Indonesia masih sangat terbatas.

Di tahun 2008 ini, tutur dia, dengan tingkat pengguna internet mencapai 30 juta orang, distribusi IP (masih versi 4 atau IPv4) baru mencapai 500 ribuan.

“Kondisi ini sangat tidak seimbang,” kata Basuki dalam sambutan tertulisnya di acara sosialisasi IPv6, Hotel Redtop Pecenongan, Jakarta, Kamis (30/10/2008). Sambutan tersebut diwakilkan oleh Budi Santoso, Direktur Telekomunikasi Ditjen Postel Depkominfo.

Dengan rendahnya pemanfaatan alamat IP, menurutnya, kondisi ini tidak dapat memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan infrastruktur, pengguna dan aplikasi internet di Indonesia

Hal ini jelas sangat kontras dengan krisis IPv4 yang tengah melanda dunia. Alamat protokol internet versi 4 yang saat ini masih digunakan, ketersediaannya mulai menipis. Sejak 1983, sistem pengalamatan ini telah digunakan sekitar 4 miliar.

IANA (Internet Assigned Numbers Authority) sebagai lembaga pengelola alamat IP menyatakan ketersediaannya kini tinggal 700 juta alamat. Jumlah ini sangat kritis untuk dialokasikan mengingat pertumbuhan internet saat ini di seluruh dunia sangat cepat.

“Apalagi telah terjadi konvergensi berbasis IP di sektor teknologi informasi dan telekomunikasi,” kata Budi.

Analis Senior APNIC Geoff Houston pernah melakukan proyeksi matematis model konsumsi IP. Proyeksinya menunjukan, alokasi IPv4 di tingkat IANA akan habis pada 2010. Sedangkan pada pengguna lokal semisal Indonesia, akan habis pada 2012. Ini lebih cepat dari proyeksinya 2006 lalu yang memerkirakan IPv4 akan habis pada 2014.
( rou / wsh )

Indonesia Tuntaskan Implementasi IPv6 di 2012
Achmad Rouzni Noor II – detikinet

Jakarta – Meski Indonesia dinilai kurang memanfaatkan alokasi alamat protokol internet versi 4 (IPv4), namun upaya untuk segera mengimplementasikan alamat IP generasi mendatang atau IPv6 terus digeber.

“Ini sudah kesepakatan global, tak bisa kita hindari lagi,” kata anggota Gugus Tugas Migrasi ke IPv6, John Sihar Simanjuntak, di sela sosialisasi IPv6, di Hotel Redtop Pecenongan, Jakarta, Kamis (30/10/2008).

Meski nantinya perusahaan harus menginvestasikan sejumlah biaya tambahan untuk perangkat jaringan saat migrasi dari IPv4 ke IPv6, namun John Sihar berpendapat, upaya ini setimpal dengan yang dihasilkan nantinya. “IPv6 bisa mendorong penetrasi pengguna internet,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia sendiri mengharapkan migrasi IPv4 ke IPv6 tuntas pada 2012 mendatang. Hal ini demi mendukung pengoperasian infrastruktur jaringan serat optik internasional Palapa Ring pada 2010.

Dirjen Postel Depkominfo, Basuki Yusuf Iskandar, menilai bahwa migrasi ini sangat mendesak karena keterbatasan alokasi alamat IPv4 yang tersisa sekitar 700 juta untuk seluruh dunia.

Sementara, IPv6 sendiri dinilai punya kelebihan seperti tingkat keamanan jaringan yang lebih tinggi, konfigurasi dan routing otomatis, serta jumlah pengalamatan yang bisa mencapai jumlah tidak terhingga atau setara setiap inci permukaan bumi (2 pangkat 128). Sementara pengalamatan IPv4 hanya mencapai
sekitar 4 miliar alamat saja.

“Migrasi mendesak seiring kemajuan teknologi informasi mulai dari keperluan data, email, transaksi onlie yang berujung pada penciptaan efisiensi kerja manusia,” tandas Basuki yang diwakili Budi Santoso, Direktur Telekomunikasi Ditjen Postel Depkominfo. ( rou / dwn )

Indonesia Perjuangkan 32 Juta Alamat IPv4 Sampai 2012
Achmad Rouzni Noor II – detikinet

Jakarta – Pemanfaatan sumber daya internet seperti nama domain dan alamat IP akan bergeser dari institusi menjadi individual, dari perkantoran dan sekolah beralih ke rumah dan layanan mobile.

Demikian disampaikan Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar. Menurutnya, teknologi informasi dan telekomunikasi akan semakin konvergen dan berjalan pada platform tunggal berbasis protokol internet atau IP.

“Akan timbul ketergantungan terhadap alamat IP,” tukas Basuki dalam acara sosialisasi IPv6 yang diwakilkan Budi Santoso, Direktur Telekomunikasi Ditjen Postel, di Hotel Redtop, Jakarta, Kamis (30/10/2008).

Meski pemanfaatan alamat IP di Indonesia dinilai kurang optimal, namun dirjen menegaskan keterbatasan alokasi IPv4 yang masih digunakan saat ini akan menghambat laju pertumbuhan internet.

“Ini artinya akan menurunkan daya saing bangsa Indonesia dengan negara lain yang juga memperebutkan alokasi IP lebih banyak untuk memenuhi kebutuhannya,” jelas Basuki.

Tak ingin kalah dengan negara lain, ungkapnya, pemerintah bersama komunitas internet di Indonesia akan memperjuangkan alokasi IPv4 sedikitnya 32 juta alamat sebagai solusi jangka pendek hingga 2012.

“Ini demi mengamankan kepentingan nasional dan stabilitas internet sampai kita bisa menuntaskan implementasi IPv6 di 2012 mendatang,” sambung Budi Santoso.

Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan juga telah membentuk Gugus Tugas (task force) untuk migrasi ke IPv6, yang melibatkan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Indonesia Internet Exchange (IIX), dan Network Access Provider (NAP). ( rou / dwn )


About this entry